Hai, kembali lagi di ulasan anime ala JOI! Di sini aku akan ulasan anime yang telah melalui 2 cour dan menerima impresi yang bagus kepada penonton dan membikin hype. Ya, anime itu ialah Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu yang selanjutnya aku singkat jadi Re:Zero saja.

Re:Zero yaitu penyesuaian diri novel karya Nagatsuki Tappei yang kecuali menjadi anime, karya beliau diubahsuaikan juga menjadi manga. Berkisah seputar Subaru yang terterjang ke dunia lain dan memiliki kesanggupan khusus demi menyelamatkan seorang wanita.

Apakah Re:Zero benar-benar yaitu anime yang baik atau cuma sekedar hype yang tinggi?

Another isekai but is actually more than that

Tema Re:Zero memang yaitu isekai, sebuah tema dimana sang MC terterjang ke dunia lain. Dalam kasus ini Subaru, seorang hikkikomori, terterjang ke dunia lain sehabis dari mini market. Dunia yang didatangi Subaru yaitu sebuah dunia fantasi yang mempunyai bermacam-macam ras, seperti tema isekai pada biasanya. Kemudian Subaru menemui dirinya dalam dilema yang hasilnya diselamatkan oleh seorang perempuan half elf, Emilia.

Subaru bersama Emilia kemudian bertualang bersama mencari sebuah benda milik Emilia yang sirna dicuri. Kemudian mereka kembali menemui dilema yang usai dengan kematian Subaru dan Emilia. Namun cerita tak selesai, Subaru menyadari bahwa dia mempunyai kesanggupan untuk reset ke checkpoint tertentu tiap-tiap kali dia mati.

Baca Juga : Fall 2017 Anime: Kekkai Sensen & Beyond

Sekilas memang seperti tema isekai pada biasanya, namun di sini Subaru tak memiliki keahlian yang hebat seperti Kirito atau kepintaran seperti Shiro. Subaru sama seperti Kazuma, namun kondisi Kazuma lebih mujur sebab terjebak di dunia lawak. Dunia yang Subaru datangi jauh lebih serius dan memiliki bermacam-macam variasi perselisihan dan momen, dan Subaru cuma mempunyai kesanggupan reset-nya untuk melalui bermacam-macam variasi momen.

Pada episode satu malahan telah disuguhi adegan berdarah

Masalahnya, momen yang ada tak semudah itu. Momen hal yang demikian sesekali melibatkan sesuatu yang tak mungkin Subaru hadapi sendirian sebab ketidakmampuannya dalam beradu atau malahan melibatkan bala tentara dan seorang musuh besar yang kejam.

Di sinilah menariknya Re:Zero. Para penonton senantiasa diciptakan penasaran bagaimana Subaru melalui bermacam-macam variasi momen yang mungkin para penonton rasakan bahwa momen hal yang demikian terlalu berat untuk Subaru hadapi seorang diri.

Great story with a good mengkudu

Re:Zero memiliki sempurna 3 arc yang malahan ada 1 arc yang memakan 1 season sendiri. Pembawaan cerita hal yang demikian sangatlah baik sebab penonton senantiasa diciptakan pensaran dengan apa yang terjadi dan bagaimana arc hal yang demikian dapat selesai. Kecuali itu tiap-tiap arc juga mengenalkan karakter-karakter baru yang menarik tentunya.

Mengkudu tiap-tiap arc juga dapat dibilang nyaris total sebab tak terburu-buru, malahan sang sanggar malahan sampai memperpanjang waktu tayang mereka dalam 1 episode dan tak jarang memotong opening dan ending-nya sehingga konteks cerita Re:Zero sangatlah padat. Alur ceritanya diciptakan sedemikian rupa dan tak monoton sebab bila kalian amati, pola tiap-tiap arc itu memang mirip: Subaru berjumpa orang baru -> sedikit event komedi atau heart warming -> Subaru mati dan berupaya mencari solusi. Sedangkan polanya sama, racikan tiap-tiap arc sangatlah baik sehingga tak berasa seperti CTRL + C, CTRL + V.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.